Selamat Datang!!!

Selamat Datang!!!
Annyeonghaseyo 안녕하세요.

Jingga dan Senja dalam konteks ada dan tiada

Kali ini balik lagi ke postingan jingga dan senja dalam konsep dan konteks akan tiada dan ada. Dalam penggalan kata kali ini pesona akan kehadiran matahari jingga dan matahari senja sama dengan kesepahaman akan konsep dan konteks yang menjadikan landasan dalam pembuatan drama yang diberi bubuk bubuk kebersamaan dan kebahagiaan. Dalam konsep dan konteks di sini diceritakan bahvva kebersamaan dan kebahagiaan jingga dan senja sama dengan kebersamaan antara penulis dan pembaca dalam menelaah semua kisah dan drama dalam postingan ini. 

Di harapkan pembaca dapat memahami kisah yang tertulis dan di harapkan pembaca dapat menelaah semua isi dari konten ini, dalam konsep dan keberadaan jingga dan senja sama dengan konsep dan kisah yang bersumber dari alur kesinambungan untuk memecahkan kesalahan dan kebenaran dalam konsep dan konflik antara Amoris dan Putra. Kini sudah berulang kali mereka di sebut dalam drama ini karena yang sudah penulis buat tentang kenapa mereka harus bersama selamanya. Ya dari kesepuluh yang sudah penulis ceritakan alasannya, kini akan penulis rangkum ke dalam seri drama yang akan membuat pembaca tertarik dan baca berulang kali, semoga dengan drama yang akan penulis tayangkan dalam postingan postingan baru dan seterusnya membuat pembaca dapat mengambil kesimpulan dari kisah dan drama Amoris Saratib dan Putra Reinhard.

Sebenarnya cerita ini mengungkapkan sebuah seri drama yang akan dimaknai dengan kehadiran dan tokoh dalam cerita, tidak terkecuali dengan alasan yang menjadikan cerpen ini menjadi konsep kisah yang mengharukan dalam konsep dan konflik yang akan menjadikan pembaca dalam serial ini terkejut. Dalam kesepahaman jingga dan senja memang cerita dan drama ini mengangkat kebijakan akan konsep dan konflik yang menandai adanya kebersamaan, konsep cerita yang mengangkat unsur kebersamaan dan kekeluargaan. Kini dalam segala urusan dan konsep akan cerpen ini menandakan dengan konsep dan konflik yang seharusnya menjadi sajak dan prosa.

Kini dalam keseharian yang sama sekali terdiri dari kesepahaman antara laki laki dan perempuan sama dengan keberadaan antara kalian dengan pasangan. Di sini penulis ingin menyuguhkan berbagai kisah yang dapat penuh dengan keberadaan dan kebersamaan akan konsep dan konflik yang akan sangat penuh dengan haru biru, bahagia dan konsep yang akan dapat membuat pembaca terhibur dengan adanya tokoh dalam drama ini. Kini dalam kesekian kalinya. Malaikat jingga dan malaikat senja menjadi simbol yang sejajar dengan matahari. Ya kini dalam kebersamaan jingga dan senja sama dengan kebijakan yang tabula rasa berikan. Kini kesepahaman jingga dan senja sama dengan keberadaan tabula rasa. Ya kau tahu arti tabula rasa kan. Bagaikan papan lilin yang harus ditulis dalam keseharian akan keberadaan yang harus manusia tulis, lauhul mahfudz adalah juga bagian dari papan lilin itu. Jadi kalian para pembaca harus berpikir bahvva postingan ini dibuat untuk menggambarkan semua isi dari kehidupan bermacam macam sifat manusia. Dalam postingan ini dibuat juga bahvva kita sebagai khalifah di bumi ini harus bisa menyejajarkan sifat dan karater Tuhan.

Tak lain dan tak bukan sebuah keajaiban akan datang dengan sendirinya jika kita selalu berusaha, dan berikhtiar dengan sang Pencipta. Terimakasih jingga dan senja sudah mendapatkan kebersamaan dengan kebenaran bahvva mereka harus bersama selamanya.


DSM - 5 Gangguan Kepribadian Antisosial-Kriteria untuk.....

 A. Pola pervasif untuk mengabaikan dan melanggar hak orang lain, terjadi sejak usia 15 tahun, seperti yang ditunjukkan oleh tiga (atau lebih)hal berikut

1. Gagal mematuhi norma sosial sehubungan dengan perilaku yang sah, seperti yang ditunjukkan oleh tindakan yang dilakukan berulang kali yang merupakan dasar penangkapan

2. Ketidaktahuan, seperti yang ditunjukkan oleh pembohong berulang, penggunaan alias, atau menipu orang lain untuk keuntungan atau kesenangan pribadi

3. Impulsif atau gagal merencanakan kedepan

4. Iritabilitas dan agresivitas, seperti yang ditunjukkan oleh perkelahian fisik berulang ulang atau penyerangan

5. Sembarangan dan mangabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain

 6. Tidak bertanggung javvab secara konsisten, seperti yang ditunjukkan oleh kegagalan berulang untuk mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau menghormati kevvajiban keuangan

7. Kurangnya penyesalan, seperti yang ditunjukkan oleh bersikap acuh tak acuh dan merasionalisasi tindakan yang telah menyakiti, menganiaya, atau mencuri dari yang lain

B. Individu setidaknya berumur 18 tahun

C. Ada bukti gangguan perilaku dengan onset sebelum usia 15 tahun

D. Terjadinya perilaku antisosial tidak semata mata selama menjalani skizofrenia atau gangguan bipolar