Selamat Datang!!!

Selamat Datang!!!
Annyeonghaseyo 안녕하세요.

Menulis Lagi Dengan Kekuatan : Rutinitas Hilangkan Burnout VS Malas 번아웃 대 말라스

For The Your Reading

Kembali lagi dengan Amoris disini ya kawan. Kali ini saya ingin menulis tentang keseharian dan cara menghilangkan burnout vs malas. Kalian tim mana nih??? Burnout vs Malas???

Kali ini saya sedang produktif belajar buat latihan bahasa Korea saat senggang sih kawan. Nah hari ini saya dapat informasi dari kakak melalui threads tentang les bahasa korea di KSI KCCI Korean Culture Center Indonesia yang berada di SCBD, iya tadi saya sempat berbicara tentang itu bersama mama dan papa. 

Katanya boleh kak ikutan aja siapa tahu kamu dapat peluang besar. 
Tadi saya ngobrol banyak mulai dari lokasi yang harus dilewati. 
Apa iya kawan ya saya ikutan...
Jadi tadi pas saya check hape ada pesan masuk dari kakak saya tentang informasi itu. 

----> Pernahkah kamu merasa ingin rebahan seharian, kehilangan semangat bekerja, atau bahkan tugas sederhana terasa sangat berat? Banyak orang langsung menyimpulkan, "Aku lagi malas." Padahal, bisa jadi yang sebenarnya terjadi adalah burnout.

Sayangnya, burnout dan rasa malas sering dianggap sama. Akibatnya, banyak orang terus memaksa diri hingga kondisi mental dan fisiknya semakin menurun. Lalu, apa sebenarnya perbedaan burnout dan malas?

Apa Itu Burnout?

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat tekanan atau stres yang berlangsung dalam waktu lama. Burnout sering dialami oleh pekerja, mahasiswa, pebisnis, hingga ibu rumah tangga yang memiliki beban tanggung jawab tinggi.

Beberapa tanda burnout antara lain:

  • Merasa lelah meskipun sudah beristirahat.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kehilangan motivasi terhadap pekerjaan yang dulu disukai.
  • Mudah marah atau emosional.
  • Merasa semua aktivitas terasa berat.

Burnout bukan sekadar capek biasa. Kondisi ini membutuhkan waktu untuk pulih dan sering kali memerlukan perubahan pola hidup maupun lingkungan kerja.

Apa Itu Malas?

Malas adalah kondisi ketika seseorang memilih untuk tidak melakukan sesuatu meskipun sebenarnya memiliki energi dan kemampuan untuk mengerjakannya. Rasa malas umumnya bersifat sementara dan biasanya hilang ketika ada motivasi, hadiah, atau konsekuensi tertentu.

Contohnya:

  • Menunda pekerjaan karena lebih memilih bermain media sosial.
  • Enggan berolahraga padahal tubuh sedang sehat.
  • Menunda belajar karena lebih tertarik menonton film.

Malas lebih berkaitan dengan pilihan perilaku, bukan kelelahan yang berkepanjangan.



Burnout vs Malas: Apa Bedanya?

Perbedaan terbesar terletak pada penyebabnya.

Orang yang mengalami burnout sebenarnya ingin produktif, tetapi tubuh dan pikirannya sudah kehabisan energi. Sementara itu, orang yang sedang malas masih memiliki tenaga, hanya saja belum memiliki dorongan untuk bertindak.

Singkatnya:

  • Burnout: ingin melakukan, tetapi tidak mampu karena kelelahan.
  • Malas: mampu melakukan, tetapi memilih untuk menunda atau tidak melakukannya.

Cara Mengatasi Burnout

Jika kamu merasa mengalami burnout, beberapa langkah berikut bisa membantu:

  • Berikan waktu istirahat yang cukup.
  • Tidur dengan kualitas yang baik.
  • Kurangi beban kerja jika memungkinkan.
  • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai.
  • Ceritakan kondisi yang kamu alami kepada orang terdekat.
  • Jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog apabila keluhan berlangsung lama atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Cara Mengatasi Rasa Malas

Jika yang kamu alami adalah rasa malas, cobalah:

  • Membuat target kecil yang mudah dicapai.
  • Menggunakan teknik bekerja selama 25 menit lalu beristirahat sejenak.
  • Mengurangi distraksi seperti media sosial saat bekerja.
  • Memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas.
Jadi gimana kawan??? Kalian itu termasuk burnout atau malas??? Jadi penyakit kalian itu apa??? Masih mau depresi atau cemas berlebihan. Kalo kalian masih enggak peduli dengan diri sendiri apalagi dengan kesehatan mental kalian, percaya deh kalian akan mengalami psikis yang enggak sehat pastinya. Jadi mending mulai dari sekarang deh pelajari diri kalian seperti apa. Daripada psikis kalian terganggu kan ya dengan penyakit mental lainnya seperti depresi, stres, cemas, susah belajar dan masih banyak lainnya.✌

Mulai dari sekarang peduli dengan diri sendiri ya kawan. Mulai dengan kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan ya kawan. Karena pola hidup menentukan masa depan kalian kawan ya. Kalo kalian sehat dan baik baik aja secara fisik dan psikis dijamin hidup kalian akan adem anyem aja hehehehe. Makanya mulai dari sekarang bangun sebuah mental yang sehat dan baik ya kawan. Karena masa depan tergantung dari itu semua. Mulai dari kontrol makanan, pola tidur, olahraga, dan berpikir positif ya kawan. Dijamin kalian akan baik baik saja. ☺

Ini merupakan daftar sosial media untuk Facebook👇
Halaman Facebook Amoris (khusus jualan bawang goreng)
Profile Facebook Utama (semuanya ada, konten mental health, dan lainnya semua karya tulisan saya)

Berikut list sosial media saya 👇
Facebook, Instagram, Threads : Putri Cahyani II
Youtube : Ayu Cahyani Pianist
Tik tok : ayu_cahyani04

Kayaknya banyak deh udah saya tautkan semuanya kawan ya. Atau kalian cari aja satu dari list sosial media saya disini ya kawan, ada kok di fitur social media. Ada Lynk.id, Instagram, Facebook, Youtube dan Linkedin. Yaudah kayak nya segitu dulu cuap cuap saya kali ini ya kawan. Kalian bisa mendapatkan di fitur sosial media that can you reach. Oke kalo kalian udah mampir dan sering baca baca disini ya kawan. 

Sekian dan terimakasih. 🙏

NB : artikel ini buatan sendiri dengan sedikit bantuan Ai, foto sendiri dan ada yang dari pexels.

#strongercontentwritter
#nulislagi
#blogger

Salam, Amoris. 💓

Overthinking Bukan Capek 지나치게 생각하는 부칸 카펙 : 5 Tanda Otakmu Lagi Overload, Bukan Butuh Tidur

For The Your Reading

Kembali lagi dengan Amoris disini ya kawan. Kamu rebahan seharian akan tetapi kepala masih riuh??? Udah tidur 8 jam, tapi bangun bangun masih ngerasa capek??? 
Hati hati ya kawan... Bisa jadi itu bukan capek badan, akan tetapi kamu sedang overthinking. 

Capek bisa sembuh dengan tidur, akan tetapi kalo overthinking??? Jawabannya enggak ya kawan. 

1. Capek fisik pulih sama istirahat. Overthinking makin parah pas saat kamu sedang sepi kawan.
Kalo kamu beneran capek, rebahan 30 menit aja udah enakan. Tapi kalo overthinking, makin sepi + makin malam = otak makin rame. Muncul sebuah skenario terburuk yang belum tentu kejadian. Itu tandanya otak lagi nge-loop, bukan badanmu yang drop

2. Capek bikin ngantuk, overthinking bikin insomnia.
Capek = badan berat, mata merem sendiri. Overthinking = badan lemes, tapi otak lari marathon jam 1 pagi. Mikir kerjaan kemarin, obrolan 3 tahun lalu, dan "gimana kalau nanti..." Kalau kamu susah tidur fix itu overthinking.

3. Capek fokusnya buyar. Overthinking fokusnya ke 1 hal negatif terus.
Capek beneran bikin kamu susah fokus ke semua hal. Overthinking bikin kamu kebangetan fokus ke 1 hal : hal yang bikin cemas. Chat yang gak dibales. Kesalahan kecil dikerjaan. 1 pikiran muter 100x lipat. Itu bukan kurang tidur. Itu otak lagi overdrive.

4. Capek hilang habis libur. Overthinking ikut kemana mana.
Ambil cuti healing ke Bandung, capek badan pasti hilang. Tapi overthinking??? dibawa ke koper juga. Liburan tapi kepala masih mikirin kerjaan, omongan orang dan masa depan. Karena sumbernya bukan diluar tapi dalam kepala kamu. 

5. Capek butuh energi. Overthinking butuh "dikunci". 
Nge-charge badan = makan, tidur, dan olahraga. Nge-charge otak yang overthinking = nulis, ngomong, atau ngalihin fokus. Coba journaling 5 menit. Tulis semua yang muter dikepala. Ajaibnya otak lebih lega. Karena dia udah "ngedownload" isi nya keluar. 

----> Berikut 5 tanda bahwa otakmu mungkin sedang overload (kelebihan beban mental), bukan sekadar mengantuk atau kurang tidur:
  1. Sulit fokus meski sudah cukup istirahat
    • Pikiran mudah melayang.
    • Sulit menyelesaikan tugas sederhana.
    • Sering membaca kalimat yang sama berulang kali.
  2. Mudah lupa pada hal-hal kecil
    • Lupa tujuan masuk ke suatu ruangan.
    • Lupa meletakkan barang.
    • Sulit mengingat informasi yang baru saja didengar.
  3. Emosi lebih sensitif dari biasanya
    • Mudah marah atau frustrasi.
    • Cepat merasa kewalahan.
    • Hal kecil terasa sangat mengganggu.
  4. Merasa sibuk terus, tetapi hasilnya sedikit
    • Berpindah-pindah tugas tanpa benar-benar menyelesaikannya.
    • Sulit menentukan prioritas.
    • Merasa "otak penuh" meski pekerjaan tidak terlalu banyak.
  5. Sulit berpikir jernih atau mengambil keputusan
    • Keputusan sederhana terasa berat.
    • Terlalu banyak menganalisis.
    • Pikiran terasa "buntu" atau lambat
Jadi itu dia kenapa tubuh kalian sedang lelah, bukan butuh tidur juga ya kawan. Mungkin bisa jadi kalian sedang overthinking. Kalian bisa kok cari kesibukan lain kalau sedang overthinking. Jadi kurang kurangin ya memikirkan hal yang belum terjadi. Karena kalau sering seperti itu bisa jadi kamu memang overthinking. ✌

Jadi jangan nyalahin kalau kamu kurang tidur ya... tanya ke diri kamu sendiri :
Ini capek badan atau otak yang gak pernah diem???

Kalau kamu ngerasa relate sama 3 dari 5 tanda di atas berarti kamu sedang overthinking. 
Biar kita sama sama belajar ngerem overthinking bareng bareng ya. 

Kan sudah dijelaskan dengan panjang dan tepat kan di artikel kali ini. Jadi gimana kawan??? Jangan overthinking mulai sekarang ya... Jalankan saja apapun yang harus dan wajib dijalani. Jangan suka banyak pikiran tentang hal yang tidak tidak dan yang belum terjadi ya kawan. 👀

NB : artikel ini dibuat sendiri dengan bantuan Ai dan foto juga berasal dari pexels. 

#strongercontentwritter
#nulislagi
#blogger

Salam, Amoris. 🙏